News

Warga GSI Berhasil Kembangkan Tanaman Hidroponik

PROKAL.CO, BALIKPAPAN   -  Seorang pekerja bengkel lulusan Diploma 3 (D-3) Bahasa Inggris, Akademi Bahasa Asing (ABA) Balikpapan, memanfaatkan bagian samping rumahnya berukuran 4x4 meter untuk lahan pertanian. Gazali warga RT 49 Kelurahan Gunung Sari Ilir (GSI) Balikpapan Tengah menyulap samping rumahnya menjadi perkebunan mini yang berisi berbagai macam tanaman dan sayuran. Diantaranya cabai, lombok, tomat, sawi, pare, seledri, brokoli, selada, terong, timun dan tanaman lainnya.

 Semuanya ditanam dengan cara hidroponik. Teknik bercocok tanam tersebut, cocok untuk masyarakat yang mempunyai lahan sempit. Ia mengaku, bercocok tanam hanya sekadar hobi karena dirinya senang menanam dan memelihara hewan seperti kelinci, ikan serta ayam.

 “Awalnya saya hanya iseng aja, karena saya senang menanam. Ternyata lahan sempit bisa dimanfaatkan untuk berbagai tanaman,” kata Gazali yang ditemui Balikpapan Pos dikediamannya, Kamis (26/10) sore. Rumah Gazali sekira 50 meter dari SDN 003 Balikpapan Tengah.

 Gazali mengaku, dirinya belajar bercocok tanam secara hidroponik lewat internet. Karena internet banyak informasi-informasi tentang cara bercocok tanam yang baik, mulai dari pembibitan, pemeliharaan, cara panen serta pembuatan rumah untuk tanaman hidroponik.

 “Banyak kok informasinya di internet. Jadi kita tinggal pilih mau tanam apa,” terang pria lulusan STM jurusan otomotif ini.

 Untuk bercocok tanam secara hidroponik di lahan seluas 4x4 meter Gazali hanya membutuhkan modal Rp 5 juta untuk membeli pipa yang disesuaikan dengan jenis tanaman. Apabila tanamanya memiliki akar cukup banyak otomatis pipa tempat bercocok tanaman agak lebih besar.

 “Seperti sawi pipanya harus gede karena akarnya banyak. Tapi kalau kayak selada ukuran pipanya nggak terlalu besar. Begitu juga dengan jarak tanam jangan terlalu dekat, karena semakin besar tanaman maka daunya juga semakin banyak sehingga cahaya matahari sulit menembusnya. Karena cahaya matahari sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman,” terangnya.

 Selain itu, yang cukup penting yaitu alat pompa untuk mengalirkan air pada pipa. Alat pompanya tidak usah terlalu besar cukup 12 volt.

 “Untuk tanaman hidroponik airnya harus mengalir. Tetapi nggak perlu 24 jam,” terangnya.

 Sesuai pengalamannya bahwa tanaman hidroponik tumbuh dengan baik apabila banyak terkena cahaya matahari. Sehingga bagi yang memiliki rumah bertingkat sangat cocok karena banyak sinar matahari.

 “Tanaman hidroponik tidak terlalu sulit untuk merawatnya karena tak mudah terserang penyakit. Sedangkan kalau ditanam di tanah rawan penyakit dan ulat. Selain itu, tanaman hidroponik cepat dipanen. Seperti selada cukup tiga bulan sudah bisa dipanen,” ujar pria murah senyum ini.

 Bercocok tanam hidroponik sangat baik bagi pegawai pensiun yang ingin bertani namun tidak punya lahan yang cukup.

 “Ada kepuasan tersendiri kalau bercocok tanam secara hidroponik. Bisa hilangkan stres. Apalagi disaat tanaman mulai mengeluarkan buah, rasanya tak mau meninggalkan tanaman tersebut,” akunya.

 Sekarang ini tanaman hidroponik milik Gazali sebagian besar sudah bisa dipanen sehingga ada yang diberikan kepada tetangga maupun digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Pokoknya kalau ada tetangga yang minta saya kasih aja. Begitu juga kalau saya perlu tinggal diambil untuk dimasak,” pungkasnya.(vie)

Retrive:http://balikpapan.prokal.co/read/news/221974-warga-gsi-berhasil-kembangkan-tanaman-hidroponik.html at 13/12/2017 02:03PM

Subcribe Us

You are here: Home Information News Warga GSI Berhasil Kembangkan Tanaman Hidroponik